Pentingnya Pengawasan Orang Tua Dalam Pergaulan Anak (Remaja)

Pentingnya Pengawasan Orang Tua Dalam Pergaulan Anak (Remaja)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Bapak/Ibu yang saya hormati pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi informasi mengenai Pentingnya Pengawasan Orang Tua Dalam Pergaulan Anak khusunya pada usia Remaja. Anak-anak kita yang saat ini menginjak usia remaja memiliki kecenderungan menjaga jarak terhadap orang tua, terutama privasinya tentang aktifitas sehari-hari yang mereka anggap penting, namun justru berdampak besar bagi masa depan mereka dan lebih memberikan prioritas kepada teman sebayanya. Anak usia remaja juga akan mengalami kondisi di mana kehidupan terasa bebas, rasa penasaran yang tinggi terhadap hal-hal baru, meningkatnya fungsi seksualitas dan dorongan emosi yang tidak stabil. Terhadap hal tersebut, peran orang tua menjadi sangat penting terutama sebagai agent of control bagi perilaku mereka.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menyikapi anak yang menjelang atausedang berada pada masa remaja, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Menjalin Komunikasi Dua Arah dengan Anak. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bercerita dan mencurahkan isi hati memberikan mereka perasaan bebas untuk berbicara membuat anak merasa bahwa orang tuanya mau mendengarkan dan mau mengerti perasaan atau apa yang sebenarnya mereka pikirkan, disaat inilah sebagai orang tua bisa sedikit demi sedikit memberikan masukan dengan nada bercerita juga sehingga anak tidak merasa dihakimi.
  2. Bekerjasama dengan Guru. Guru juga dapat diartikan sebagai pengganti orang tua ketika anak berada di sekolah, memberikan kesempatan kepada guru untuk ikut berpartisipasi dalam memdidik anak juga dapat dijadikan salah satu alternatif dalam memberikan kontrol terhadap pergaulan yang dilakukan anak terutama saat berada di sekolah.
  3. Memperkenalkan dan Mengingatkan anak pada ajaran, norma dan nilai agama. Norma dan nilai agama menjadi hal penting dalam membentengi remaja dari pergaulan yang melampaui batas. Sebab dalam agama, ada batasan-batasan yang mengatur bagaimana etika bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain, terutama lawan jenis. Memperkenalkan anak pada ajaran agama dapat memberikan kesibukan positif bagi mereka seperti rajin salat, mengaji dan berorganisasi sosial keagamaan. Sedangkan memperkenalkan mereka pada norma dan nilai agama dapat membatasi mereka dalam berperilaku.
  4. Menghilangkan persepsi “pacaran adalah penyemangat belajar”. Maraknya perilaku pacaran berlebihan di kalangan pelajar seringkali karena alasan, “pacaran adalah penyemangat belajar”. Sebenarnya itu suatu pembohongan kepada publik, karena dalam ajaran agama Islam hal ini jelas dilarang, selain itu dalam kenyataan tidak ada sejarah yang mengatakan “pelajar sukses berkat pacaran di sekolah”, mungkin yang relevan adalah “pelajar stress berkat pacaran di sekolah”. Mengapa demikian? Pacaran di sekolah bukannya membuat semangat si anak, hal itu malah justru akan membuat mereka tidak fokus pelajaran karena terlalu memikirkan si pacar.
  5. Mengawasi Anak dalam Penggunaan Telepon Pintar. Penggunaan HP dikalangan remaja dewasa ini memang tidak dapat dihindarkan, rema sekarang sudah sangat lihai menggunakan telepon pintarnya baik untuk komunikasi, mengakses situs pencarian (google) untuk belajar, akses sosial media dan bahkan belanja online. Bapak/Ibu ada baiknya melakukan pengecekan secara berkala terhadap isi akun pengiriman pesan (WA/Telegram) media sosial ( FB, IG, Tiktok, Dll) serta e-commerce yang digunakan anak kita. Melihat akun pengiriman pesan dapat digunakan untuk melihat bagaimana pergaulan anak dengan temannya melalui kolom chat. melihat akun media sosial anak dapat digunakan untuk melihat apa saja yang mereka sukai, apa yang mereka sering lihat dan bagaimana perilaku anak di dunia maya. Serta akun e-commerce untuk meihat apa saja yang dibeli anak dengan atau tanpa sepengetahuan orang tua, anak-anak sekarang bahkan lebih cerdas, agar barang tidak dikirim kerumah/sekolah mereka akan berusaha menggambil barang yang dibeli langsung ke pangkalan jasa pengiriman, dengan demikian orang tua/guru tidak akan mengetahui apa yang mereka beli.

Begitu banyak orang tua yang resah terhadap pergaulan anak remajanya, untuk itulah kami mengajak semua bapak/ibu untuk bersama-sama memberikan pengawasan lebih kepada anak tanpa anak merasa dikekang. Dengan berusaha mendekatkan diri kepada anak, menjadi teman dan lebih mau mendengarkan Insya Allah anak akan dekat dengan kita dan terbebas dari pergaulan yang dewasa ini sudah sangat meresahkan.

Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan, apabila terdat kekurangan dalam penyampaian kami mohon maaf. Sekali lagi mari bersama-sama memberikan yang terbaik untuk anak.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Leave a Reply

Your email address will not be published.